Conversion Rate Optimization (CRO)

CRO analytics

Conversion Rate Optimization (CRO) atau teknik pengoptimalan konversi merupakan metode untuk mengarahkan pengunjung website pada halaman tertentu. CRO mengefisiensikan trafik pengunjung dengan mengarahkannya pada promo menarik yang bertujuan agar pengunjung menelusurinya hingga terjadi transaksi, seperti halnya:

  • Pembayaran transaksi
  • Penjualan produk/jasa
  • Pengambilan nama untuk registrasi
  • Peningkatan profit usaha
  • Pendaftaran newsletter
  • Survey

Untuk mengoptimalkan CRO, perlu pemanfaatan fitur-fitur website dengan kombinasikan desain dan isi konten yang menarik.

Elemen Penting Dalam CRO

CRO dapat menggunakan beberapa metode yang menyesuaikan tampilan dan fungsi situs. Pengolahannya bisa berupa angket, survei, promo, atau servis terbaru yang dapat terkonversi menjadi profit

Headline Pas & Relevan

Header berkalimat persuasif sederhana dan tepat sasaran dengan target sesuai.

Konten Jelas & Bertarget

Pengembangan konten dapat mengkomunikasikan segala hal tentang bisnis anda.

Ketepatan Call to Action

Button pengkonversi pengunjung menuju layanan terbaru tanpa mengganggu navigasi.

Desain Umum yang Atraktif

Pengunjung yang telah merasa nyaman dengan tampilan maka berpotensi untuk kembali.

SEO_CRO

Apa Perbedaan CRO dan SEO?

Berbeda dengan SEO yang lebih mengutamakan lalu lintas kunjungan, Conversion Rate Optimization memandang pengguna hanya sebatas “kunjungan”. CRO lebih memperhatikan tiap pengunjung dengan rasa, selera, emosi dan ketertarikannya pada sebuah produk sehingga desain dan isi konten dirancang agar dapat mengkonversinya jadi proses transaksi.

Online Reputation Management (ORM)

Merupakan metode yang digunakan untuk mengembalikan reputasi bisnis, perusahaan atau organisasi agar kembali positif di internet. Online Reputation Management dibutuhkan saat komentar negatif muncul di bermacam situs berbagi informasi seperti jejaring sosial, blog, forum diskusi dari relasi, kenalan atau klien yang memiliki hubungan kurang baik. Dengan ORM, pihak yang mendapat berita negatif dapat mengendalikan hasil pencarian online berupa materi tentang informasi menyesatkan, tidak akurat atau sudah kadaluarsa yang semuanya berpotensi mengubah persepsi netizen. Beberapa cara mengoptimalkan ORM bisa dengan memakai program sertifikasi penghapusan konten milik Online Reputation Management Association atau dengan tool milik Google, Online Reputation Toolset.

ORM 363
Pertumbuhan Pengguna Internet 25%
Pertumbuhan Populasi 4%
Pencarian Reputasi Online 70%
Pencarian Reputasi Offline 30%

Setiap Website Membutuhkan ORM?

ORM menjadi cukup sentral bagi tiap situs dikarenakan fungsi internet yang kini sudah cukup sentral bagi tiap individu. Hal ini juga didorong melalui riset yang dilakukan Convonix, dalam risetnya ditemukan pertumbuhan pengguna internet yang pesat mengalahkan pertumpuhan populasi periode 2007-2012. Hasil tersebut turut mempengaruhi sistem kerja perusahaan-perushaan besar di dunia, khususnya dalam menyeleksi calon pegawai. Microsoft Ponemon Institute & Cross-Tab Market Research menemukan sekitar 70% company menerapkan pencarian reputasi secara online untuk menyeleksi tiap calon pegawai.

Strategi ORM

  • Memarkir Domain

    Mengamankan domain lain selain yang digunakan dengan cara memarkirnya.

  • Meminta Dukungan

    Mencari dukungan dari situs pihak ketiga yang memiliki ranking tinggi di Google.

  • Mengalihkan Perhatian Publik

    Proaktif menawarkan dan mengulas servis/produk baru yang menonjol untuk mengalihkan perhatian.

  • Pemakaian Spam Boots

    Menggunakan spam bots dan denial-of-service yang dapat merusak dan mematikan konten web sepenuhnya.

  • Menyebar Rilis Pers

    Mengirimkan siaran pers ke media sentral yang punya pengaruh.

  • Memberi Respon

    Dengan proaktif menanggapi kritik publik yang berasal dari berita-berita negatif.

  • Melakukan Astroturfing

    Menciptakan akun anonim berisi artikel positif untuk mengimbangi berita negatif yang ada.

  • Jalur Hukum

    Mengajukan permintaan hukum jika seseorang telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik.

Dalam memperbaiki reputasi terkadang ada pihak yang berlebihan. Semisal melakukan unsur pemaksaan ketika akan menghapus konten negatif atau mengirim spam perusak situs.